Master Degree achievement : unlocked

2 Mei

Whoa, It’s been a while since my last post

Little update, I’m now officially a Master. Like Oogway. Oh gee, what am I compared to you Master Oogway, no no, I’m not even half cool as you.

Well anyway, I graduated from my master study in April 😀 and here’s a picture of me, with my best friend harimau, who also graduated at the same time. Yeah yeaaaaahhhh!!! 😀

And here’s another one, with my friends from Biotech, another YEAAAH

 

It was a happy moment, but yet I was so exhausted with the enrollment for my PhD scholarship. YES, I was reading journals in my kebaya, toga and that heavy make up. HAHA. I don’t think I can be anymore cooler than that.

Oh God I’m so hungry. I’ll eat you. Stay there. Don’t you dare moving

Hijacked by the rage

3 Sep

Fiuh..

Ternyata hubungan antar manusia itu ga ada yang sederhana ya. Semakin bertambah pemahaman, semakin banyak juga yang dipertimbangkan. Semakin banyak yang dirisaukan, ditakutkan, dibenci, dicurigai. Pantas, dulu ada anak astronomi yang mengambil kuliah neurofisiologi di biologi. Ingin membandingkan kompleksitas antariksa dengan sistem saraf, katanya. Jangan jauh2 deh, coba bandingkan satuu aja bagian otak, yaitu lobus temporal dalam mengendalikan mood, atau korteks prefrontal yang mengendalikan emosi

Huih speak of emotion..

Saya kembali melakukan kebodohan telak dengan disfungsi kontrol emosi di saat yang kurang tepat. Baru aja Lebaran, lewat 2 hari saya udah marah-marah ama pacar saya. Alasannya juga cukup bodoh, yaitu : 1. Blackberry Messenger, 2. Twitter.

Yang pertama adalah, saya ga sengaja liat ada kontak mantan si pacar di list BBM-nya. Awalnya saya cuma kaget doang, ngapain ngeadd segala, penting ya? Kenapa ga sms-an aja. Tapi kemudian saya pikir, si pacar kan kerjaannya dagang. Alasan dia beli bb juga buat mempermudah komunikasi, terutama dengan konsumen. Ya, dan saya juga yakin keduanya ga akan macem2.

Kedua, sungguh ini alasan super norak. Gara-gara twitter. Honestly, I feel like a dumb-ass writing it down. Cuma gara-gara dia lebih sering membalas mention dari seorang perempuan lain, dibanding saya. Perempuan itu dulu pernah dia puji setinggi dia bisa. Perempuan cantik yang komentarnya selalu menyenangkan, bahkan menurut saya pun begitu. Perempuan yang pernah dia kejar, tapi gagal, dan terus berteman dengan baik hingga saat ini. Ini, dari awal saya sudah kesal. Kesal karena kalah menerima perhatian

Dua hal itu awalnya saya kesampingkan di pojok, dead spot otak saya. Karena saya tau, jika saya terus memikirkannya, semuanya akan berkembang tanpa batas.

Tapi pemikiran rasional saya kalah dengan suara sumbang dalam diri saya. “Bego kamu, ga mikir apa si mantan dan si prempuan itu track recordnya kaya apa?” ditambah dengan sedikit saja kecemburuan : boom! Pikiran saya meledak menghasilkan berbagai skenario mulai dari yang paling netral, hingga paling provokatif.

Yang paling provokatif tentu saja negatif. Saya pikir dia berusaha kembali menghubungi si mantan. Dan di twitter, dia ingin membuat statement pada teman-temannya mengenai si perempuan itu, ingin terlihat “lebih” karena perempuan itu lebih menyenangkan, tidak seperti saya yang selalu mengalami “awkward moment” berkali-kali dengan temannya.

Saya lebih meledak lagi saat mengirim rentetan bbm yang memojokkan dia. Saya bahkan tidak mau mengangkat teleponnya. Karena saya tau saya tidak memiliki perkataan yang jitu untuk membenarkan kekhawatiran saya. Saya lebih memilih untuk membuat masalah ini mengambang, di batas khayal yang hanya saya yang tau. Saya sempat berpikir dia akan menjadi sangat bingung dengan permintaan tanpa penjelasan cukup yang saya kemukakan. Dengan semua kemarahan saya yang tidak beralasan

Lalu semuanya bisa berakhir  (lewat bbm tentunya, saya masih belom berani angkat tlp x_x), karena dia terus menerus begging, memohon maaf. Dan tentu saja diakhiri dengan dihapusnya kontak bb si mantan, dan di-blocknya si perempuan itu. Lalu, saya menunggu perasaan lega atau setidaknya saya berkata “Gosh, I’m so relieved..”

Not even close. Saya samasekali tidak lega, saya malah takut. Dan malu, sangat malu. Saya ngapain sih?? Saya merunut ulang semua alasan kemarahan saya, dan tidak menemukan apapun yang bisa menjadi pembenaran.

Saya sedih sudah membuat dia merasa tidak dipercaya, membuat dia merasa tidak nyaman untuk menghubungi kembali perempuan itu, bahkan sekedar untuk berbagi joke. Such an asshole I am. Dia sudah banyak bertoleransi, memberikan saya ruang untuk tetap menjaga pertemanan dengan teman lelaki, bahkan untuk berinteraksi dengan mantan. Dia sudah menekan egonya sebesar mungkin, dan memperbesar hatinya untuk bersikap toleran. Saya malah membatasi pertemanannya, cuma karena cemburu. Rasanya saya ingin menampar keras-keras dan berteriak “What’s the point???” pada diri saya sendiri. Saya ingin meminta maaf dan mengembalikan semuanya seperti semula, tapi rasanya ga mungkin. Yang tersisa hanya sesal. Iya, saya tau, ga ada gunanya.

Tapi mengingat apa yang saya rasakan kemarin, sungguh sulit sekali untuk berpikir jernih. Bahkan untuk mendengarkan suara kecil dalam kepala saya yang terus mengatakan bahwa tindakan saya salah. I was hijacked by the rage, i couldn’t think straight. The silly, childish rage. Padahal beberapa jam sebelum mengirim bbm ngamuk itu, saya membaca quote dari seseorang bahwa “Kemarahan pada akhirnya hanya akan berakhir dengan rasa malu”. Saya iya-iya aja, mangut-mangut sok ngerti, prakteknya sih nanti dulu

Pantes yah puasa pahalanya gede banget. Taqwa. Berarti puasa saya selama ini belum berhasil, karena saya masih belum bisa mengintegrasikan pikiran dan tindakan saya.

Ah saya sedih, berbuat kebodohan destruktif kaya gini 😦

It's just emotion, taking me over

Hairloss :(

29 Agu

Dulu waktu masih kecil, saya selalu diingat sebagai anak “cina”, soalnya putiiih banget, sipit dan chubby. Lulus smp, banyak yang ga percaya liat saya, karna saya item banget, hasil berenang tiap minggu jam 7 pagi-3 sore hahahaa..

Salah satu yang tante2 dan om2 ingat dari saya adalah rambut saya yang unik. Dari pas lahir aja rambutnya udah tebel, tumbuhnya ke atas pula, kaya don king, promoter tinju itu looh 😀 Entah diapain ama orangtua saya, jadi rambutnya bisa normal dan tumbuh mengikuti gravitasi. Rambut saya dulu tebal dan hitam, jadi kalo pas gondrong bagus banget deh

Sedihnya sekarang rontok  berat 😦 sampe tinggal setengahnya kali ya. Sejak pulang umroh taun kemaren, tiap hari rambutnya rontok banyak sekaalii.. sempet sembuh, tapi akhir2 ini kambuh lagi. Tiap hari selalu adaaa aja yang rontok, sekitar 20 helai, kurang lebih. Saya sayang banget ama rambut saya, jadinya sedih tiap ada rambut yang rontok 😦

Tiap tangan saya menyisir, di bagian ujugnya selalu tertahan. Kalo kata thomas taw nilainya cuma 6 kali 😦 bahkan disisir perlahan pun, adaaaaa aja yang rontok. Huuaaaaaaa 😥

Salah saya juga sih, makannya ga bener, tidur ga bener, olahraga ga bener, segala ga bener, jadi aja jiwa raga bentuknya ga jelas. Apakah kisah rambut rontok ini bakal jadi turning point saya menuju kehidupan yang benar? *masa iya

 

Yah kita liat saja nanti. Sekarang saya mau pake cem-ceman mustika ratu (apa sariayu ya?) sebelom keramas. Sing sehat siah! SING SEHAT!

 

 

Cerita sarapan 7 Juni 2011

9 Jun

Pagi ini, karna dapet tambahan subsidi dari yayasan ayah bunda, dan super lapar, saya memutuskan untuk sarapan dl di McD. Hmm udah kebayang muffin-nya, nyam nyam..

Waktu saya masuk ke dlm McD, cuma ada 2-3 kursi yang terisi, dan di kasir ada seorang mba2 sedang memesan. Yang menarik adalah, di sampingnya berdiri seorang bapak dgn anaknya yang masih kecil. Bapak itu gondrong, dengan topi dan pakaian yang terlihat lusuh. Sendalnya sendiri crocs, yang kotor terkena tanah. Tentu saja, bukan crocs asli. Beliau memandang sekeliling dgn awkward, terlihat sangat kontras. Anaknya sendiri, terlihat manis dengan jaket pink dan rambut yang diikat keatas membentuk cepol mungil. Karena si bapak tidak berdiri mengantri di belakang si mba, awalnya saya pikir, si mba dan bapak ini sodaraan, atau si bapak sedang menunggu pesanannya. Soalnya kasir yang buka cuma satu itu, antrian si mba. Dan kalo udah bayar, pelanggan diminta untuk bergeser ke samping, jd antrian selanjutnya bisa order.

Karena sibuk merhatiin si bapak n anak, saya jalannya lambat, dan ada 2 org yang lebih dulu antri di depan saya. Mba2 lagi dan seorang mas2, unrelated. Mba pertama pesan muffin, si mas jg pesan muffin. Lalu saya lihat si bapak tidak beranjak. Saya mikir2, si bapak mesen apa ya ko lama amat dibikininnya. Setelah si mas depan saya bergeser menunggu antrian, giliran saya pesan. Saya juga pesan muffin, sausage mcmuffin with egg yang saya sebutkan dengan : “shawsazz mcmaffin widh egg”. Luar biasa, sampe si mas ngelirik saya hahahaa..

Ternyata setelah pesanan si mas datang, dan pesanan saya sedang diorder, si mba kasir menyapa bapak tersebut. “Silakan pak, mau order apa?”
DAMN! Ternyata daritadi dia blm order. Saya jelas2 ngeliat kalo bapak itu datang lebih dulu dari saya dan dua orang di depan saya tadi. Dan saya yakin seyakin-yakinnya kalo si mba kasir juga ngeliat. Saya bener2 ga habis pikir, apa karna penampilannya, atau karna apa? Kenapa beliau ga dilayanin sebelum kami?

Si bapak tersenyum kaku dan bertanya “es krim cone-nya ada mba?” Dan karena masih jam 8 pagi, trnyata blm ada eskrimnya. Si bapak terlihat kecewa dan menjelaskan pada si anak yg juga terlihat kecewa. Mereka melangkah keluar, dan saya menyaksikan semua adegan itu dalam diam.

It breaks my heart.

Terlihat sekali beliau bukan tipe orang yg bisa dengan gampangnya makan di tempat kaya gini. Saya bisa merasakan sayangnya beliau pada sang anak dari caranya memandang si anak. Dan menyebalkan sekali kenapa beliau harus diperlakukan seperti itu, entah karna apa.

Kopi hazelnut

26 Jan

Selasa sore 26 Januari

Akhirnya saya memutuskan buat menuruti keinginan perut yang setengah kelaparan dan mulut mengunyah donat. Donatnya donat si Dunkin. Gara-gara saya nonton sejarah Starbucks tadi malem, yang ternyata selama perkembangannya menjadi rival Dunkin. Entah taun berapa, Dunkin ngeluarin varian kopi yang konon rasanya sangat Amerika. Dan saya kabita pengen beli kopi di dunkin beserta donatnya.

Saya beli dua donat, almond dan rice crispy, dan minumnya hazelnut coffee. Agh, kangen banget donat ini, setelah sekian lama ga pernah beli.. They really are delicious! Pemilihan kopi sebagai minuman ini sebenarnya bodoh. Saya tau saya ga kuat minum kopi, bahkan yang mix sekalipun. Tapi saya penasaran aja pengen nyobain kopinya. Dan ternyata enaaak!! 😀 Tapi setelah setengah gelas, saya mau pingsan. iuw. Guilty pleasure.

Sekarang efeknya mulai kerasa : mual, pusing ,kembung dan sakit perut. Ah untunglah saya ketemu WC, jadi bisa tereliminasi tu efek yang terakhir 😛 Waaaaaawww….wwaaawwww… Lambung saya terbilang masih lumayan virgin buat kopi, jadinya dikasi kopi sedikit aja, pengaruhnya ruar biasa

Dan saya menyesal, kenapa saya milih hari ini buat melakukan kebodohan minum kopi. Besok kan mau kuis patogenesis, dan western :(. hmmm, pelajaran moral hari ini : berpikir panjang sebelum melakukan kebodohan. At least carilah waktu yang lumayan menguntungkan, sehingga efek samping yang dihasilkan jadi impas

 

Hey, cut it off!!

23 Jan

Kalo kamu orang Bandung, pasti sering baca stiker (buat yang gatau, stiker itu nama lainnya gambar tempel) dengan tulisan “MOTOR AING  KUMAHA AING” misalnya kaya begini

tulisannya rada rege-rege, tapi ya kebaca lah ya

 

Motor aing kumaha aing = motor saya ya gimana saya = my ride, my way

Kalo saya ngartiinnya, mereka merepresentasikan kecintaannya ama si motor. Entah itu motor mau bajred, kinclong mempesona atau modif berlebihan, mereka ga peduli apa kata orang. “Ini motor saya, yang bawa saya tiap hari bolak balik Margahayu-Lembang buat kuliah ama ngejemput si bebeb. Biarpun stang bengkok, cat molotok, tapi dia berjasa bikin saya jadi sarjana” misal..

Saya juga punya barang yang saya sayang banget biarpun bentuknya udah ga karu2an. Misalnya kaya tas selempang saya yang ijo. Umurnya udah hampir 7 taun, warnanya udah bladus karena keseringan keujanan dan kepanasan. Dia udah ikut saya kemana2,dia kenal ama HP saya mulai dari N-Gage sampe E71 yang sekarang. Dia juga udah jadi saksi rumah saya kebanjiran beberapa kali, untungnya ga pernah palid kalo banjir 😀 Dia pernah ikut saya keliling bandung, ke jakarta, ke bogor. Saya sayaaaaang banget ama tas ijo ini, dan ga berniat buat nyari lagi

si tas ijo

 

Karena dia masih fungsional, saya juga suka warnanya dan bentuknya yang simpel (biarpun ga trendi, aih..), dan saya beli dia pake uang sendiri. agh, berapa ya harganya? pokonya waktu itu berasa mahaal banget buat saya yang masih mahasiswa dengan subsidi yayasan ayah bunda

 

Nah sekarang, pertanyaan yang menggantung di kepala saya adalah :

Kenapa, orang bisa sayang banget ama benda, ga peduli bentuknya kaya gimana. Tapi bisa benci banget ama bentuk fisik (baca:badan) yang jelas-jelas sempurna, didesain oleh Allah, cuma karena tidak sesuai dengan stigma cantik/ganteng yang dibuat orang?

Most guy will says that :

“kalo kata guweh yah, cewek cantik itu LANGSING, PUTIH, rambut PANJANG, kulit MULUS, sizenya 11 12 ama farah Quinn lah THIS IS IT!!”

and Most girl will says that :

“Hmm, aku sih sukanya cowok yang TINGGI, bahunya BIDANG, tulang rahangnya TEGAS, WANGI, PUTIH tapi jangan terlalu putih ntar kaya gay jadinyaa, perutnya SIX-PACK, kyaaaaaa.. jadi aku merasa aman gitu kalo dipeluk ama diaa”

And I would say, HEY CUT IT OFF!!!

Bukannya saya ga mengakui kalo definisi orang-orang kebanyakan tentang cantik ato ganteng itu ga sesuai. Iya oke, Sandra Dewi, Heidi Klum, Lilly Cole itu cantik. Darius, Ashton Kutcher, Hugh Jackman itu ganteng. Dan di sisi lain, ga sedikit orang yang bilang kalo Seal sangat beruntung bisa mendapatkan Heidi Klum. Beruntung dalam artian perbandingan fisik. You people, are shallow

Jelas, orang-orang menyimpulkan definisi ini berdasarkan apa yang mereka lihat setiap hari. Apa yang mayoritas disebut cantik, ya itulah definisi yang benar.

  • Iklan P*nds bilang kalo cewek itu harus berkulit putih, mulus dan bebas jerawat, baru deh bisa dilirik ama cowok yang dia suka. Tapi dia ga cerita kelanjutannya, saat si cewek kembali berjerawat dan menghitam (misalnya karena kuliah lapangan – aw, curhat!), cowok ganteng impiannya bakal kabur karena yang dia suka ya cewek muluss.
  • Iklan C*tra memperlihatkan Acha si hitam yang sekarang jadi putih akhirnya dilirik ama cowok ganteng. Pas dia item mah, boro borooo
  • Iklan  Sk*n Wh*te memperlihatkan cewek tukang olahraga, ga diliat samasekali ama cowok ganteng nan populer di sekolah karena kulitnya item. Dan waktu dia jadi putih, cowok2 jadi ngaanntrriii

Hm, iyalah! Namanya juga iklan, kalo ga persuasif ya mana ada yang mau beli produknya. Makanya harus dibikin sedramatis mungkin, biar orang2 percaya pemakaian produk yang dijual bisa bikin cantik. “It can boooossssttt your beauty!” they said. Padahal, pembuat iklannya aja bilang kalo iklan itu 99% bohong

 

Bule-bule sampe ngecat badan segala demi kulit berwarna tembaga. Orang Indoensia rela bleaching kulit demi terlihat lebih putih

Ribuan bahkan ratusan ribu perempuan rela memasang implan demi payudara yang lebih besar, karena mereka percaya “guy loves big breast. Bigger = better “. Ribuan lainnya akan melakukan apapun untuk mendapatkan payudara yang lebih kecil karena sejak pubertas, mereka tidak pernah berhenti membesar. Dan ribuan lainnya terpaksa merelakan payurdaranya diangkat karena kanker

Ada orang yang rela memasang pin besi diantara tulang keringnya, menahan sakit selama bertahun2, kembali belajar berjalan demi mendapatkan badan yang lebih tinggi, karena tinggi = cantik. Beberapa orang yang lain minder dan merasa seperti monster karena tinggi badan yang melebihi standar

Isn’t it ironic, don’t you think?

 

Saya belajar, bahwa setiap orang punya definisi cantik yang berbeda.

Saya belajar, bahwa saya terlahir cantik dan sempurna. Saya adalah hasil desain dari Allah, dan saya percaya Dia memberikan yang terbaik untuk saya, karena Dia Maha Penyayang, Dia Maha Tahu.

Saya belajar, menjadi cantik bukanlah untuk orang lain. Bukan untuk menuai pujian. Tapi semata untuk saya

Saya belajar, bahwa pendapat mayoritas tidak selalu benar

Saya belajar menyayangi diri saya, menjadikannya fungsional, bukan sebagai alat untuk memenuhi definisi standar mainstream

I will stick out my chin, and grin, and say : “Badan aing, kumaha aing!”

 

I am beautiful, no matter what they say.. 🙂

Kriteria dari masa ke masa

20 Des

Hmm ngantuk.. tapi pengen nulis dulu dikit

Dulu, waktu masih muda, saya selalu pengen punya cowok yang bisa maen gitar. Kenapa? soalnya keliatan keren aja, dan biar bisa maenin lagu buat saya. As simple as that. Saya ga pernah punya kriteria cowok yang harus : baik, penyayang, perhatian, pengertian. Halaaah, itu mah udah pasti kali, kalo beneran nyaah mah, jadi ga usah disebutin.

Lama-lama, indera penglihatan saya yang sortir. Sukanya liat yang skinny, selebihnya gimana mood

Lalu.. tiba-tiba saya ga peduli lagi ama fisik. Ganteng itu relatif ternyata (beneran!!). Dan kalo udah sayang, pasti jadi lebih enak diliat 😛  The old says : Buladig pun jadi mencrang. Dan itu beneran kejadian, hahahaa…

Trus lama2 saya pengen punya cowok yang bisa menyimak omongan saya, bukan cuma mendengar. “Listen”, bukan cuma “hear”. Kata saya waktu dulu, “monyet juga bisa kalo cuma denger doang! Nyimak dong, nyimak!! Kalo emang ga bisa komentarin omongan saya, jangan motong di tengah2 lah”

 

Dan kriteria yang paling klise adalah :

  • Masih menerima saya di fase terburuk saya
  • Bisa bikin saya ketawa pas lagi down hebat
  • Bisa ngerti kemauan saya yang berubah2. Misalnya saya suka The Verve hari ini, tapi besok saya pengennya Depeche mode. Tapi lusa, saya benci dua2nya, saya pengen Arctic Monkeys. Eeeeh besoknya lagi, saya malah pengen The Smiths. Yah, macam itu lah
  • Mau berusaha, dan ga tergantung ama orang lain. Enak sih pacaran ama orang yang babehnya kaya, tapi abis itu mu apa? mu minta duit terus apa babehnya? I need a real man, not a papa-boy
  • Dan orang yang bisa hafal judul rancangan penelitan tesis S2 saya, biarpun itu bukan bidangnya samasekali 🙂

Supeerrrr sekali, ternyata saya sekarang punya pacar (yang Alhamdulillah beneran manusia, bukan ngayal2 doang) yang memenuhi kriteria diatas. Makaasiiihhh!!! 😀

masih ada 3 taun lagi, 3 taun lagi, 3 taun lagi dan lagi dan lagi..